Kabarnya Tol Trans Sumatera, Penumpang Pelabuhan Merak Diprediksi Naik 15%

Penumpang kapal feri di Pelabuhan Merak diproyeksikan naik pada mudik Lebaran tahun ini. Kenaikannya diperkirakan 15% dibanding hari biasa.

“Meningkatkan seputar 15% di Pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni,” papar Direktur Penting ASDP Ira Puspadewi selesai hadiri Seminar Peranan SPI (Skema Pengawasan Internal) di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Direncanakan ada 4,8 juta penumpang yang manfaatkan angkutan kapal feri. ASDP juga mempersiapkan 68 kapal untuk mengangkat penumpang waktu mudik Lebaran.

“Telah ada kurang lebih 68 kapal di Merak-Bakauheni. Itu tentu memenuhi kemampuan yang telah kita kalkulasi,” kata Ira.

Pengoperasian kapal disesuaka dengan jumlahnya penumpang yang ada. Bila jumlahnya penumpang melonjak, maka dioperasikan kapal feri memiliki ukuran besar.

“Kelak kepala operasi lihat contohnya jika saat ingin naik terlihat ramai karena itu kapal besar yang dioperasikan. Jika tidak begitu ramai dapat kapal sedang atau kapal kecil,” tuturnya.

Ira menjelaskan, persiapan kapal di Merak-Bakauheni ialah yang terbanyak. Masalahnya jumlahnya penumpang di pelabuhan itu adalah yang terbanyak.

“Paling penting itu Merak-Bakauheni karenanya terbesar (penyeberangnya) di Indonesia,” katanya

Tersambungnya tol Trans Jawa serta Trans Sumatera membuat jumlahnya penumpang feri di Pelabuhan Merak naik. Telah terdapatnya jalan tol membuat pemudik pilih bawa kendaraan pribadi.

“Kita menyangka adanya kelancaran di Trans Jawa lalu Trans Sumatera telah tersambung,” kata Ira.

Ke-2, harga tiket pesawat yang sampai sekarang ini masih mahal. Unsur kapal pelni itu menyebabkan pemudik untuk berubah pada moda transportasi lain.

“Saya sangka adanya kendaraan moda hawa sebagai kurang dapat dijangkau,” katanya.

Menurut Ira, warga Indonesia terlatih melancong bersama dengan keluarga. Demikian kembali dari kampung halaman, mereka juga ingin bawa oleh-oleh untuk kerabat.

“Sesaat orang Indonesia kan family oriented sekali. Jadi ia harus pergi sama keluarga, harus bawa serta oleh-oleh ,” jelas Ira.

“Jadi kami menyangka memang kegairahan warga Indonesia untuk jalan gunakan kendaraan pribadi akan naik,” sambungnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *